WONOSOBO, (Lintas Topik.com)—Warga Desa Wilayu, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, menggelar Pesta Durian untuk menghimpun dana pembangunan masjid, Jumat (9/10/2026). Dengan membeli voucher Rp100 ribu, pengunjung bisa menikmati durian lokal sepuasnya selama 30 menit.
Ketua Panitia, Yuliono, mengatakan panitia menyiapkan sekitar 800 butir durian. Stok tambahan juga disediakan untuk mengantisipasi banyaknya pengunjung.
“Sampai pagi ini kita sudah mempersiapkan sekitar 800 durian dan masih ada stok lagi untuk persiapan kalau memang nanti peserta masih banyak yang datang,” kata Yuliono.
Durian tersebut merupakan sumbangan warga yang memiliki pohon durian. Setiap warga menyumbang sedikitnya lima butir. Hasil penjualan voucher akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Baitul Ramadhan di Dusun Wonolobo, Desa Wilayu.
Menurut Yuliono, pembangunan masjid selama ini dibiayai secara swadaya. Karena masih kekurangan dana untuk tahap penyelesaian, warga memanfaatkan panen raya durian sebagai sarana penggalangan dana.
“Kita mengoptimalkan potensi yang ada karena setiap warga punya pohon durian dan kebetulan sekarang panen raya. Kita meminta amal dari warga berupa durian yang kita kemas ke acara,” ujarnya.
Pengunjung yang telah membeli voucher menunggu giliran sebelum masuk ke area makan. Panitia menyediakan minuman ringan di tempat tunggu. Setelah tempat tersedia, pengunjung dipersilakan menikmati durian tanpa batas jumlah selama 30 menit.
Seluruh durian yang disajikan merupakan durian lokal Wilayu dengan beragam rasa. Yuliono menyebut budidaya durian di desa tersebut telah berlangsung turun-temurun. Selain dibeli pedagang dan pengunjung yang datang langsung, durian Wilayu juga dikirim ke Jakarta.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi cara warga memanfaatkan hasil pertanian untuk membantu pembangunan masjid.
“Panitia menyelenggarakan kegiatan makan durian dengan berbagi kebaikan. Uangnya untuk pembangunan Masjid Baitul Ramadhan,” kata Afif.
Ia menyebut Wilayu sebagai salah satu desa penghasil durian di Wonosobo. Potensi tersebut terus dikembangkan warga dari generasi ke generasi.
Salah seorang pengunjung asal Kecamatan Kaliwiro, Yulianto, datang bersama rombongan delapan orang. Mereka menghabiskan sekitar 12–13 butir durian.
Menurutnya, pengunjung bisa meminta durian sesuai selera, termasuk yang memiliki rasa pahit. Durian yang kurang manis atau kurang matang juga dapat ditukar kepada panitia.
“Waktu 30 menit sangat cukup. Makan 15–20 menit saja sudah sangat kenyang,” ujarnya.







