Ad image

Satu Dekade Sabuk Gunung, 1.200 Pendaki Kibarkan Merah Putih di Sindoro

4 Min Read

Wonosobo (Lintas Topik.com) — Sebanyak 1.200 pendaki dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gunung Sindoro, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menandai satu dekade pelaksanaan Sabuk Gunung, gerakan konservasi yang lahir dari keprihatinan atas kerusakan kawasan Gunung Sindoro akibat kebakaran.

Sabuk Gunung digelar komunitas pecinta alam Jelajah Rimba Sindoro melalui jalur pendakian Alang-Alang Sewu. Setiap 17 Agustus, kegiatan ini memadukan peringatan kemerdekaan dengan aksi pelestarian lingkungan.

Pada peringatan tahun ini, rangkaian kegiatan diawali dengan pengibaran dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di kawasan Puncak Latar Ombo Gunung Sindoro. Angka tersebut disesuaikan dengan usia kemerdekaan Indonesia.

Selain upacara dan pembentangan bendera, kegiatan juga diisi pelepasan burung, penanaman pohon, pentas musik, pentas seni, serta penyerahan penghargaan kepada warga yang aktif dalam kegiatan lingkungan.

Aktivis Gunung Sindoro, Rista Galih, mengatakan Sabuk Gunung berawal dari kondisi Gunung Sindoro setelah mengalami kebakaran hebat pada 2015.

Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan pada vegetasi dan habitat satwa. Dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan hutan, tetapi juga berpengaruh terhadap sumber mata air dan kehidupan masyarakat di lereng Gunung Sindoro.

- Advertisement -

“Dari kondisi itu kemudian muncul gagasan untuk melakukan reboisasi melalui event Sabuk Gunung,” kata Rista Galih.

Menurut dia, nama Sabuk Gunung memiliki makna tersendiri. Gerakan tersebut diibaratkan seperti mengencangkan kembali sabuk untuk mengembalikan fungsi hutan sehingga ekosistem di dalamnya dapat kembali berjalan.

Kegiatan konservasi kemudian dilakukan secara berkelanjutan. Penanaman pohon dilakukan pada musim penghujan, dilanjutkan dengan perawatan ketika musim kemarau. Pelepasan burung juga dilakukan secara berkala.

Seiring berjalannya waktu, kondisi kawasan Gunung Sindoro mulai menunjukkan perubahan. Pohon-pohon yang ditanam mulai tumbuh, populasi burung kembali terlihat, dan debit sejumlah mata air kembali meningkat.

Rista Galih menegaskan, peringatan kemerdekaan di Gunung Sindoro tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial.

Semangat kemerdekaan, kata dia, juga diterjemahkan dalam bentuk tanggung jawab menjaga lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di lereng gunung.

- Advertisement -

“Harapannya, semangat juang itu juga digunakan untuk mengembalikan fungsi hutan dan menjaga ekosistem Gunung Sindoro,” ujarnya.

Selama satu dekade, Sabuk Gunung juga berkembang menjadi kegiatan yang melibatkan masyarakat di sekitar Basecamp Pajero Sindoro. Rangkaian acara tidak seluruhnya berlangsung di kawasan hutan, tetapi juga di lingkungan basecamp melalui kegiatan seni dan musik.

Aktivitas tersebut turut memberikan ruang bagi pelaku UMKM di sekitar basecamp untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari kedatangan para peserta.

Kegiatan Sabuk Gunung sebelumnya juga mendapat apresiasi di bidang lingkungan. Pada 2023, penggiat kegiatan tersebut disebut memperoleh penghargaan Kalpataru kategori penyelamat lingkungan di tingkat kabupaten dan provinsi. Pada 2026, mereka kembali diusulkan sebagai calon penerima Kalpataru tingkat nasional.

Bagi penyelenggara, satu dekade Sabuk Gunung bukan sekadar penanda lamanya sebuah kegiatan berlangsung. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa peringatan kemerdekaan dapat dilakukan dengan cara merawat alam yang menopang kehidupan masyarakat.

Tahun ini, 1.200 pendaki datang ke Gunung Sindoro bukan hanya untuk menyaksikan pengibaran Merah Putih di ketinggian. Mereka juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang membawa pesan tentang pentingnya menjaga hutan dan ekosistem gunung.

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version