Ad image

Tekan Beban Warga Jelang Nataru, Champion Cabai Wonosobo Distribusikan Pangan Murah

78 Views
4 Min Read
oplus_2

Wonosobo (Lintas Topik.com) — Fluktuasi harga cabai menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendorong Champion Cabai Kabupaten Wonosobo mengambil langkah konkret di lapangan.

Bersama Kementerian Pertanian, kelompok petani tersebut mendistribusikan paket cabai dan sayuran dengan harga terjangkau untuk membantu masyarakat menjaga daya beli, Senin (23/12/2025).

Distribusi pangan murah ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Wonosobo dan sebagian Kecamatan Garung. Program tersebut menyasar warga yang terdampak langsung kenaikan harga cabai di tingkat konsumen.

Ketua Champion Cabai Kabupaten Wonosobo, Edi Wiyanto, mengatakan langkah ini merupakan bentuk kepedulian petani terhadap kondisi pasar yang cenderung bergejolak menjelang akhir tahun.

“Petani tidak hanya fokus produksi, tetapi juga ikut bertanggung jawab menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” ujar Edi.

Sebanyak 500 paket pangan disiapkan dalam kegiatan ini. Rinciannya, 155 paket disalurkan di Kecamatan Garung, sementara sekitar 350 paket lainnya didistribusikan di Kecamatan Wonosobo.

- Advertisement -

Setiap paket berisi beragam komoditas hortikultura, meliputi cabai merah, cabai keriting merah, cabai rawit merah, serta sayuran pendamping seperti kubis, timun, tomat, dan labu siam.

Warga penerima paket juga memperoleh tiga bibit cabai untuk mendukung ketersediaan cabai di tingkat rumah tangga.

Edi menjelaskan, harga cabai di tingkat petani mulai mengalami kenaikan. Saat ini, cabai rawit merah berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting merah sekitar Rp33.000 per kilogram.

Meski demikian, ia memastikan pasokan cabai di Wonosobo masih relatif aman.

“Ketersediaan cabai rawit merah sekitar 5 sampai 6 ton per hari, cabai keriting merah sekitar 7 ton per hari, dan cabai hijau sekitar 5 ton per hari,” jelasnya.

Namun, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menjadi tantangan serius bagi petani cabai. Curah hujan tinggi dinilai memicu serangan penyakit tanaman.

- Advertisement -

“Dengan kondisi cuaca seperti ini, banyak tanaman cabai terserang penyakit antraknosa atau patek,” ungkap Edi.

Saat ini, Kecamatan Kalikajar dan Garung menjadi sentra produksi cabai terbesar di Kabupaten Wonosobo.

Untuk pasar lokal, konsumen paling banyak memilih cabai hijau lokal dan cabai keriting merah, sementara cabai rawit merah sebagian besar dipasarkan ke luar daerah.

Cabai asal Wonosobo diketahui telah memasok berbagai wilayah, mulai dari Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, Banjar Patroman, hingga sejumlah daerah di Jawa Tengah dan luar pulau.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispaperkan Kabupaten Wonosobo, Etika Hayati, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud komitmen Champion Cabai dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama saat harga cabai nasional masih tinggi.

“Champion Cabai berkomitmen menghadirkan cabai dengan harga produsen atau harga petani bagi masyarakat, khususnya kelompok desil satu hingga desil lima,” kata Etika.

Di Kabupaten Wonosobo terdapat dua Champion Cabai nasional, yakni Kelompok Tani Mudi Lestari Desa Butuh dan Kelompok Tani Regeng Gayeng. Keduanya berperan aktif dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen.

Untuk menghadapi Nataru, Etika memastikan pasokan cabai dari petani masih dalam kondisi aman. Sekitar 40 persen produksi diserap untuk kebutuhan lokal, sementara 60 persen lainnya didistribusikan ke luar daerah.

Dengan jaringan distribusi yang menjangkau kota-kota besar seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, hingga Medan, Wonosobo tetap berperan sebagai salah satu daerah penyangga cabai nasional.

Melalui distribusi pangan murah ini, diharapkan tekanan harga cabai menjelang Nataru dapat ditekan dan inflasi pangan di Kabupaten Wonosobo tetap terkendali.***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version