Ad image

Trionda, Bola Pintar Piala Dunia 2026 yang Bisa “Berkomunikasi” dengan VAR

4 Min Read
Trionda, bola yang digunakan dalam Piala Dunia 2026 dinilai memiliki tehnologi yang lebih maju dari bola lain yang digunakan sebelumnya. ( LT/ FIFA)

Jakarta (Lintas Topik.com) – Di balik gemerlap Piala Dunia 2026, perhatian publik tidak hanya tertuju pada para pemain bintang dan stadion-stadion megah. Ada satu elemen penting yang selalu menjadi bagian dari sejarah turnamen terbesar sepak bola dunia itu, yakni bola resmi pertandingan.

Untuk edisi 2026, FIFA bersama Adidas memperkenalkan Trionda, bola resmi yang tidak hanya hadir dengan desain baru, tetapi juga membawa teknologi canggih yang disebut-sebut sebagai salah satu inovasi terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

Nama Trionda berasal dari gabungan kata yang melambangkan tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Nama tersebut dipilih untuk merepresentasikan persatuan tiga negara yang untuk pertama kalinya bersama-sama menjadi penyelenggara Piala Dunia.

Namun keistimewaan Trionda tidak berhenti pada namanya.

Bola yang Bisa Membantu Wasit

Jika pada masa lalu keputusan wasit sepenuhnya bergantung pada pengamatan manusia, kini Trionda turut mengambil peran dalam membantu jalannya pertandingan.

Di dalam bola tertanam sensor berteknologi tinggi yang mampu mengirimkan data secara real time hingga ratusan kali per detik kepada sistem Video Assistant Referee (VAR). Teknologi ini memungkinkan setiap sentuhan pemain terhadap bola terekam secara akurat dan langsung dianalisis oleh perangkat pertandingan.

- Advertisement -

Data tersebut dapat membantu wasit dalam meninjau berbagai situasi krusial, mulai dari dugaan handball, penentuan offside, hingga insiden yang terjadi dalam hitungan sepersekian detik.

Teknologi serupa sebenarnya mulai diperkenalkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun pada Piala Dunia 2026, kemampuan sensor dan integrasi datanya semakin disempurnakan sehingga memberikan informasi yang lebih cepat dan akurat kepada tim VAR.

Desain Berbeda dari Generasi Sebelumnya

Selain teknologi di dalamnya, Trionda juga tampil dengan konstruksi yang berbeda dibandingkan bola-bola Piala Dunia sebelumnya.

Bola ini hanya menggunakan empat panel utama yang dirancang untuk meningkatkan kestabilan saat meluncur di udara. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan bola tradisional yang umumnya terdiri dari puluhan panel.

Desain baru ini bertujuan menghasilkan lintasan bola yang lebih konsisten, mengurangi pergerakan yang tidak terduga, serta memberikan kontrol yang lebih baik bagi para pemain.

Bagi penjaga gawang maupun penyerang, perubahan karakter bola sering kali menjadi salah satu tantangan tersendiri pada setiap edisi Piala Dunia.

- Advertisement -

Melanjutkan Tradisi Bola Legendaris

Sejak Piala Dunia 1970, bola resmi selalu menjadi bagian dari identitas turnamen.

Para penggemar sepak bola tentu masih mengingat beberapa nama legendaris seperti Telstar pada 1970, Tango pada 1978, Azteca pada 1986, Fevernova pada 2002, Jabulani pada 2010, Brazuca pada 2014, hingga Al Rihla pada 2022.

Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri dan selalu menjadi bahan perbincangan para pemain maupun penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Kini giliran Trionda yang berusaha menorehkan namanya dalam sejarah.

Simbol Era Baru Sepak Bola

Kehadiran Trionda menunjukkan bagaimana sepak bola terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Jika dahulu teknologi hanya hadir melalui tayangan ulang televisi, kini kecerdasan digital bahkan telah tertanam langsung di dalam bola yang digunakan di lapangan.

Bagi sebagian orang, Trionda hanyalah sebuah bola. Namun bagi FIFA dan dunia sepak bola modern, bola ini merupakan simbol perubahan menuju pertandingan yang semakin akurat, adil, dan berbasis teknologi.

Saat para pemain terbaik dunia berlaga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sepanjang Piala Dunia 2026, Trionda akan selalu berada di pusat permainan—menjadi saksi setiap gol, setiap penyelamatan, dan mungkin juga setiap momen bersejarah yang akan dikenang bertahun-tahun mendatang. ***

Sumber : FIFA

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version