WONOSOBO (LintasTopik.com) – Sebanyak 16 Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI) di Kabupaten Wonosobo menjadi sasaran pendataan kondisi anak pekerja migran Indonesia (PMI) dan kelompok PMI dengan disabilitas.
Pendataan tersebut dilakukan Migrant CARE bersama mitra wilayah dan diawali dengan pembekalan enumerator pada 1–2 September 2026.
Asesmen ditargetkan berlangsung sekitar tiga minggu pada September hingga Oktober 2026.
Direktur SARI Institute, Tri Hananto, mengatakan ada tiga kelompok yang menjadi sasaran pendataan, yakni anak yang ditinggalkan orang tuanya bekerja ke luar negeri, anak PMI dengan disabilitas, serta PMI dengan disabilitas.
“Yang pertama adalah anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya ke luar negeri. Kemudian anak PMI dengan disabilitas dan PMI dengan disabilitas,” kata Tri.
Menurutnya, pendataan tidak hanya untuk mengetahui jumlah anak pekerja migran, tetapi juga melihat kondisi mereka selama ditinggalkan orang tua bekerja di luar negeri.
Salah satunya terkait siapa yang mengasuh anak dan bagaimana pola pengasuhan yang diberikan.
Asesmen juga akan melihat pemenuhan hak anak, antara lain pendidikan, kesehatan, pengasuhan serta administrasi kependudukan seperti akta kelahiran.
Tri menyebut data sementara menunjukkan terdapat 813 anak yang ditinggalkan orang tua bekerja ke luar negeri, terdiri dari 210 laki-laki dan 603 perempuan. Sementara anak PMI dengan disabilitas tercatat satu laki-laki dan purna PMI dengan disabilitas sebanyak tujuh orang.
“Paling tidak nanti akan menjadi satu data yang bisa digunakan untuk advokasi ke pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya.
Menurut Tri, keberadaan data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan sekaligus mendorong pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap persoalan anak pekerja migran dan kelompok disabilitas.
“Jadi database untuk pengambilan keputusan,” katanya.
Secara keseluruhan, asesmen Migrant CARE bersama mitra dilakukan di lima provinsi dan delapan kabupaten dengan cakupan 99 wilayah DESBUMI. Wonosobo menjadi salah satu wilayah yang menjadi lokus pendataan.***
Editor ; Agus Hidayat
