Ad image

Bebono, Tradisi Memenuhi Permintaan Anak sebelum Ruwat Cukur Rambut Gembel 

4 Min Read
Bupzati Wonosobo Afif nuirhidayat bersama istri melakukan pemotongan rambut gembel dalam rangkaian Hari Jadi ke 201 Kabupaten Wonosobo di Pendopo Bupati, Jum'at 24 Juli 2026. (LT / Ida Agus)

Wonosobo (Lintas Topik.com) — Boneka Barbie, naik kuda, sepeda, kucing lengkap dengan kandangnya hingga kambing. Beragam permintaan itu bukan sekadar keinginan anak-anak, melainkan bagian dari tradisi yang harus dipenuhi sebelum mereka menjalani prosesi ruwat cukur rambut gembel dalam rangka Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo, Jumat (24/7/2026).

Tradisi tersebut dikenal dengan sebutan bebono, yakni pemenuhan permintaan anak sebagai salah satu tahapan penting sebelum rambut gembel dipotong. Dalam kepercayaan masyarakat yang masih dijaga hingga kini, ruwatan tidak boleh dilakukan atas kehendak orang tua, melainkan harus berawal dari keinginan anak sendiri.

Pengampu Tradisi Ruwat Cukur Rambut Gembel, Nanik Widayat, menjelaskan bahwa prosesi diawali dengan tantingan, yakni memastikan anak benar-benar siap dan bersedia mengikuti ruwatan.

“Yang pertama adalah tantingan, memastikan anak benar-benar mau dicukur. Setelah itu dilanjutkan udar punagi dan bebono, yaitu memenuhi apa yang menjadi permintaan anak sebagai pengganti dia kehilangan rambut gembelnya,” ujar Nanik.

Setelah tahapan tersebut, peserta menjalani jamasan atau penyucian diri yang telah dilaksanakan di Taman Rekreasi Kalianget beberapa hari sebelumnya. Barulah pada puncak prosesi, rambut gembel dipotong secara simbolis.

Menurut Nanik, setiap tahapan memiliki makna tersendiri. Ruwatan dimaknai sebagai upaya melepaskan sukerta atau hal-hal yang dianggap kurang baik, sekaligus menjadi doa agar anak-anak tumbuh sehat dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

- Advertisement -

“Semua proses ini maknanya untuk kebaikan anak,” katanya.

Pada peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo, prosesi pencukuran dilaksanakan di Pendopo Kabupaten. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Wakil Bupati Amir Husein bersama istri, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergantian mencukur rambut tujuh peserta ruwatan.

Sebenarnya terdapat 13 anak yang mendaftar mengikuti ruwatan. Namun karena pelaksanaannya bertepatan dengan hari Jumat, hanya tujuh peserta yang menjalani prosesi pada kesempatan tersebut.

Salah satu peserta adalah Lavanya Zeela Quintessa (4), warga Kecamatan Kaliwiro. Berbeda dengan anak-anak lain, Lavanya sejak lama hanya memiliki satu keinginan yang tidak pernah berubah, yakni naik kuda. Selain itu, ia juga meminta peralatan sekolah.

“Dia mintanya naik kuda dan peralatan sekolah. Dari dulu tidak berubah-ubah,” kata ibunya, Sukesti.

Menurut Sukesti, keinginan putrinya mengikuti ruwatan muncul setelah melihat informasi pelaksanaan cukur rambut gembel pada kalender yang dibawa ibunya dari tempat bekerja. Sejak saat itu, Lavanya terus meminta agar rambutnya dicukur melalui prosesi adat.

- Advertisement -

Sukesti menuturkan rambut gembel Lavanya mulai tumbuh saat berusia sekitar enam bulan. Sebelum rambut itu muncul, putrinya sempat mengalami demam hingga kejang. Rambut tersebut pernah dipotong dan disisir, namun kembali tumbuh menggumpal.

“Kalau mau keluar gimbalnya biasanya dia panas. Sudah pernah dipotong dan disisir, tapi tumbuh lagi,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku rambut gembel tidak mengganggu aktivitas putrinya. Lavanya tetap bermain dan belajar seperti anak-anak seusianya.

Fenomena rambut gembel juga bukan hal baru di keluarganya. Sukesti mengatakan dirinya, ayahnya, almarhum kakeknya, bahkan keempat anaknya pernah mengalami hal serupa.

Usai prosesi pencukuran, rambut para peserta kemudian dilarung di Sungai Serayu, Desa Selokromo. Pelarungan menjadi penutup rangkaian ruwatan yang dimaknai sebagai simbol melepaskan sukerta sekaligus doa agar anak-anak mampu menjalani kehidupan dengan baik, di mana pun mereka kelak berada.

Bagi Sukesti, prosesi adat itu menjadi ikhtiar sekaligus harapan bagi masa depan putrinya.

“Semoga setelah cukur gimbal ini menjadi anak yang salehah, hidupnya baik, dan berbakti kepada orang tua,” harapnya. ***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version