Ad image

Berawal dari Sindiran Instagram, Video Bullying Siswi MTs di Kejajar Wonosobo Viral

4 Min Read

Wonosobo (Lintas Topik.com) – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan terhadap seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Dalam rekaman yang beredar, korban yang mengenakan seragam sekolah terlihat dikelilingi beberapa siswi lain. Ia dimaki menggunakan bahasa daerah dengan nada tinggi.

Tidak hanya itu, korban juga tampak mendapat perlakuan fisik berupa tarikan dan pukulan dari para pelaku, sementara salah satu di antaranya merekam kejadian tersebut.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Rabu siang (11/3/2026) sepulang sekolah. Dalam video lain yang juga beredar, korban bahkan terlihat diduga dipaksa memakan pisang oleh para pelaku di lokasi berbeda.

Kapolsek Kejajar, Kompol Abror, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut kasus itu kini telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Wonosobo.

“Informasinya seperti itu. Kasus ini sedang ditangani Unit PPA Polres Wonosobo,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

- Advertisement -

Sementara itu, Kepala MTs Ma’arif NU Kejajar, Alfiah, mengatakan pihak sekolah pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah video perundungan itu beredar di media sosial.

Menurutnya, peristiwa tersebut diduga dipicu konflik di media sosial yang melibatkan para siswa.

“Korban dan teman dekat pelaku itu sering sindir-sindiran di Instagram, dan pelaku tidak terima,” kata Alfiah.

Sindiran di media sosial tersebut kemudian berkembang menjadi saling ejek hingga memicu emosi sejumlah pihak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak sekolah, korban sebelumnya mengikuti kegiatan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Setelah kegiatan selesai, korban diduga dibawa oleh sejumlah siswa ke lokasi lain di luar area sekolah, yakni di sekitar GOR dan lapangan kelurahan setempat.

- Advertisement -

Di lokasi tersebut korban diduga dimaki-maki, dipaksa memakan pisang, hingga mengalami kekerasan fisik.

Alfiah menyebut peristiwa tersebut diduga melibatkan sejumlah siswa dari beberapa sekolah di wilayah Kejajar.

“Kalau menurut informasi ada yang menghitung sampai 11 anak, tapi yang sudah saya terima datanya baru delapan,” ujarnya.

Korban diketahui merupakan siswi kelas 9 MTs Kejajar. Sementara salah satu pelaku berasal dari sekolah yang sama dan masih duduk di kelas 8, sedangkan beberapa siswa lain diduga berasal dari sekolah berbeda di wilayah Kejajar.

Menurut Alfiah, pada hari kejadian sebagian siswa memang telah dipulangkan lebih awal karena kegiatan ujian. Namun sejumlah siswa diduga kembali berkumpul di sekitar sekolah sebelum peristiwa itu terjadi.

“Saat itu sebagian guru memang sedang ada kegiatan di Kota Wonosobo, jadi dibagi shift. Tapi berdasarkan guru yang ada di sekolah tidak terlihat ada keributan,” katanya.

Menanggapi peristiwa tersebut, Camat Kejajar Chaerul Anam mengaku telah memanggil sejumlah pihak untuk membahas kejadian itu.

“Tadi pagi saya kumpulkan semua kepala SMP, Korwil, sampai dari PGRI,” kata Chaerul.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mencari solusi serta memastikan penanganan kasus berjalan dengan baik.

Namun karena perkara tersebut telah ditangani kepolisian, pihak kecamatan saat ini fokus pada pendampingan terhadap para siswa yang terlibat.

“Saya minta masing-masing kepala sekolah mendampingi anak yang dipanggil bersama orang tuanya supaya anak tidak trauma,” ujarnya.

Pihak sekolah juga memastikan kondisi korban terus dipantau oleh guru.

“Alhamdulillah kondisi korban baik, tadi juga tetap masuk sekolah,” kata Alfiah.***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version