WONOSOBO (LintasTopik.com) — Pendukung calon kepala desa di Batursari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, terlibat aksi saling kejar seusai pengambilan nomor urut calon, Senin (28/9/2026). Camat Sapuran Alfun Haka menyebut kejadian itu dipicu kesalahpahaman setelah seorang pendukung menggeber sepeda motor berknalpot brong di dekat pendukung calon lain.
Aksi tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial. Alfun membenarkan adanya gesekan antarpendukung seperti yang terlihat dalam video.
“Antarpendukung, karena salah satu pendukung menggeber-nggeber motor,” kata Alfun.
Menurutnya, pengendara motor itu berada di depan kelompok pendukung calon lain. Suara knalpot yang digeber kemudian memicu salah paham.
“Jadi salah satu pendukung memakai motor knalpot brong. Kebetulan di depan pendukung lainnya. Jadi salah paham,” ujarnya.
Alfun mengatakan kejadian tersebut tidak sampai berujung pada pemukulan. Ia menyebut ada aksi menarik kaos, seperti yang terlihat dalam video.
“Tidak ada pemukulan atau apa pun, ya hanya seperti yang di video, kaos ditarik,” jelasnya.
Ia memastikan situasi kini sudah aman dan persoalan antarpendukung telah selesai. “Tapi sekarang aman, sudah selesai, enggak ada masalah,” katanya.
Pilkades Batursari diikuti tiga calon, terdiri atas petahana, mantan kepala desa, dan seorang calon baru. Pemerintah Kecamatan Sapuran mengimbau para calon dan pendukungnya menahan diri serta menjaga situasi selama tahapan Pilkades berlangsung.






