Ad imageAd image

Ini 8 Amalan yang Dianjurkan Sebelum Shalat Idul Adha

Lintas Topik Author
5 Min Read
Beberapa sunnah yang dianjurkqn untuk dilakukan kaum muslimin sebewlum menjalankan Sholat Iedul Adha. ( dok. istrimewa)

Wonosobo ( Lintas Topik.com) – Hari Raya Idul Adha tidak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban. Di balik kemeriahan hari raya umat Islam tersebut, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW untuk menyambut datangnya 10 Zulhijah.

Mulai dari memperbanyak takbir, mandi sebelum berangkat salat, mengenakan pakaian terbaik, hingga menunda makan sampai Salat Id selesai, seluruh amalan tersebut menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus bentuk pengagungan kepada Allah SWT pada hari raya kurban.

Meski tidak bersifat wajib, menjalankan sunnah-sunnah tersebut dapat menambah kesempurnaan ibadah dan menjadi sarana meneladani Rasulullah SAW dalam menyambut Idul Adha.

1. Memperbanyak Takbir Sejak Hari Arafah

Salah satu amalan yang paling dianjurkan menjelang Idul Adha adalah memperbanyak takbir. Takbir mulai dikumandangkan sejak 9 Zulhijah atau Hari Arafah hingga berakhirnya hari-hari tasyrik pada 13 Zulhijah.

Anjuran tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Hajj ayat 28:

“Dan hendaklah mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”

- Advertisement -
Ad imageAd image

Takbir menjadi bentuk pengagungan terhadap kebesaran Allah sekaligus syiar yang menghidupkan suasana Idul Adha di tengah masyarakat.

2. Mandi Sebelum Berangkat Salat Id

Para ulama menjelaskan bahwa mandi sebelum Salat Id merupakan sunnah yang telah dipraktikkan oleh para sahabat Nabi.

Selain menjaga kebersihan diri, mandi juga menjadi simbol kesiapan menyambut hari raya dengan kondisi yang bersih dan segar. Sebagaimana seorang muslim mempersiapkan diri untuk menghadiri pertemuan penting, demikian pula ketika menghadiri ibadah yang menjadi syiar umat Islam.

3. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Wewangian

Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya tampil rapi dan bersih saat menghadiri Salat Id.

Pakaian yang dikenakan tidak harus baru, tetapi hendaknya merupakan pakaian terbaik yang dimiliki. Bagi laki-laki, memakai wewangian juga dianjurkan selama tidak berlebihan.

Penampilan yang bersih dan rapi mencerminkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT sekaligus penghormatan terhadap hari raya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

4. Menunda Makan Hingga Salat Id Selesai

Inilah salah satu sunnah yang paling membedakan Idul Adha dengan Idul Fitri.

Jika pada Idul Fitri umat Islam dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat, maka pada Idul Adha Rasulullah SAW justru mencontohkan untuk menunda makan hingga selesai Salat Id.

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan At-Tirmidzi disebutkan:

“Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan terlebih dahulu, dan pada hari Idul Adha beliau tidak makan sampai pulang lalu memakan sebagian dari hewan kurbannya.”

Para ulama menjelaskan bahwa sunnah ini bertujuan agar makanan pertama yang dikonsumsi pada Hari Raya Kurban berasal dari hewan kurban yang disembelih sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

5. Berjalan Kaki Menuju Tempat Shalat

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW berangkat menuju tempat Salat Id dengan berjalan kaki apabila memungkinkan.

Selain menjadi bentuk kesederhanaan, berjalan kaki juga memberi kesempatan untuk memperbanyak zikir dan bertemu sesama muslim dalam perjalanan menuju lokasi salat.

Meski demikian, menggunakan kendaraan tetap diperbolehkan, terutama apabila jarak yang ditempuh cukup jauh atau terdapat kondisi tertentu yang menyulitkan.

6. Mengambil Jalan Berbeda Saat Pulang

Sunnah lain yang kerap terlupakan adalah menempuh jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari Salat Id.

Sahabat Jabir bin Abdullah RA meriwayatkan:

“Nabi SAW apabila pada hari raya menempuh jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.” (HR Bukhari)

Para ulama menjelaskan bahwa amalan ini mengandung sejumlah hikmah, di antaranya memperluas syiar Islam, mempererat silaturahmi, dan memperbanyak perjumpaan dengan sesama muslim.

7. Datang Lebih Awal ke Lokasi Shalat

Datang lebih awal ke masjid atau lapangan tempat pelaksanaan Salat Id juga termasuk amalan yang dianjurkan.

Dengan hadir lebih awal, jamaah memiliki kesempatan memperbanyak takbir, berzikir, membaca Al-Qur’an, atau mempersiapkan diri sebelum salat dimulai.

Selain itu, datang lebih awal membantu menjaga ketertiban dan kekhusyukan pelaksanaan ibadah bersama.

8. Tetap Mengikuti Khutbah Setelah Shalat

Setelah Salat Id selesai, umat Islam dianjurkan tetap berada di tempat untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib.

Meskipun khutbah Id bukan bagian dari rukun salat, Rasulullah SAW dan para sahabat memberikan perhatian besar terhadap pelaksanaannya karena berisi nasihat, penguatan keimanan, serta pesan-pesan keagamaan yang relevan bagi umat. ***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment