Wonosobo (Lintas Topik.com) – Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan melakukan berbagai amalan sunnah sebelum melaksanakan Salat Id. Salah satu yang sering luput dari perhatian adalah menunda makan dan minum hingga salat selesai dilaksanakan.
Bagi sebagian orang, kebiasaan ini mungkin terdengar tidak biasa. Apalagi pada Hari Raya Idul Fitri justru dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke tempat salat. Namun, Rasulullah SAW memberikan tuntunan yang berbeda untuk Idul Adha.
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, sahabat Buraidah bin Al-Hasib RA meriwayatkan:
“Rasulullah SAW tidak keluar pada Hari Raya Idul Fitri hingga beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada Hari Raya Idul Adha, beliau tidak makan sampai pulang dari salat, kemudian beliau makan dari hewan kurbannya.”
Hadis tersebut menjadi dasar para ulama menganjurkan umat Islam untuk menunda makan hingga selesai Salat Idul Adha. Namun demikian, anjuran ini berstatus sunnah, bukan kewajiban. Artinya, seseorang tetap diperbolehkan makan sebelum salat dan tidak berdosa jika melakukannya.
Bukan Berarti Berpuasa
Meski dianjurkan menunda makan, bukan berarti umat Islam berpuasa pada Hari Raya Idul Adha. Justru berpuasa pada hari raya termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam.
Karena itu, yang dimaksud sunnah dalam hal ini adalah tidak makan dan minum sebelum berangkat Salat Id, lalu menyantap makanan setelah salat selesai dilaksanakan.
Para ulama menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mencontohkan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari syiar Hari Raya Kurban.
Agar Santapan Pertama Berasal dari Hewan Kurban
Salah satu hikmah yang dijelaskan para ulama adalah agar makanan pertama yang dikonsumsi pada Hari Raya Idul Adha berasal dari hewan kurban yang disembelih karena Allah SWT.
Dalam kitab Al-Mughni, ulama mazhab Hanbali, Ibnu Qudamah, menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menunda makan hingga selesai salat agar dapat menyantap sebagian dari hewan kurbannya.
Dengan demikian, ibadah kurban tidak hanya menjadi ritual penyembelihan semata, tetapi juga menjadi bagian dari rasa syukur yang dirasakan langsung pada hari raya. Daging kurban yang dikonsumsi menjadi simbol ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.
Pembeda dengan Idul Fitri
Menunda makan sebelum Salat Idul Adha juga menjadi salah satu pembeda antara dua hari raya besar umat Islam.
Pada Idul Fitri, umat Islam disunnahkan makan sebelum berangkat salat sebagai tanda bahwa ibadah puasa Ramadan telah berakhir. Sementara pada Idul Adha, Rasulullah SAW mencontohkan untuk menunda makan hingga salat selesai.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa masing-masing hari raya memiliki karakter dan syiar tersendiri yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Bagaimana Jika Tidak Berkurban?
Lalu bagaimana jika seseorang tidak memiliki hewan kurban?
Para ulama menjelaskan bahwa sunnah menunda makan tetap dianjurkan bagi seluruh umat Islam sebagai bentuk mengikuti teladan Rasulullah SAW. Setelah Salat Id selesai, seseorang boleh makan makanan apa saja yang tersedia, meskipun bukan daging kurban.
Karena itu, inti dari sunnah ini bukan semata-mata menyantap daging kurban, melainkan meneladani kebiasaan Rasulullah SAW yang mendahulukan ibadah sebelum makan pada Hari Raya Idul Adha.
Di tengah berbagai persiapan menyambut hari raya, amalan sederhana ini menjadi pengingat bahwa Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Idul Adha adalah momentum untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS, mengikuti sunnah Rasulullah SAW, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. ***
Editor : Agus Hidayat







