Wonosobo (Lintas Topik.com) – Polres Wonosobo mulai memetakan potensi kerawanan menjelang tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026. Persaingan antarpeserta dan pendukung, persoalan administrasi, perkembangan pendaftaran calon hingga potensi gesekan sosial menjadi sejumlah dinamika yang mulai diantisipasi.
Pemetaan tersebut mengemuka dalam sarasehan Polres Wonosobo bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Wonosobo di Lavanya Coffee & Eatery, Jumat (18/9/2026).
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan perangkat desa memiliki peran penting dalam mendukung deteksi dan pencegahan gangguan keamanan. Sebab, perangkat desa berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami perkembangan di wilayahnya.
“Fungsi desa itu sangat luas. Karena itu, Polri harus senantiasa bermitra dengan pemerintah desa,” kata Ricky.
Dalam pertemuan tersebut, para koordinator kecamatan PPDI menyampaikan perkembangan situasi di wilayah masing-masing. Secara umum, kondisi menjelang Pilkades masih dilaporkan kondusif.
Meski demikian, terdapat sejumlah dinamika lokal yang perlu diantisipasi, mulai dari persaingan antarpeserta dan pendukung, persoalan administrasi hingga perkembangan pendaftaran calon.
Polres Wonosobo menjadikan informasi tersebut sebagai bahan pemetaan dan langkah pencegahan. Informasi yang disampaikan bukan kesimpulan bahwa telah terjadi gangguan keamanan di wilayah tertentu.
Perhatian juga diarahkan pada tahapan Pilkades yang berlangsung pada 28 September 2026, termasuk proses seleksi bagi desa dengan jumlah pendaftar yang memerlukan mekanisme penyaringan.
Kapolres meminta seluruh pihak tidak mengambil langkah berdasarkan informasi yang belum memiliki dasar resmi. Setiap perkembangan perlu dikoordinasikan dengan panitia Pilkades, pemerintah daerah dan instansi terkait.
Apabila ditemukan dugaan pelanggaran, penanganannya harus dilakukan melalui mekanisme yang telah ditentukan. Langkah persuasif tetap dikedepankan dengan disertai dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau ada pelanggaran, dokumentasikan dan buat berita acara. Kita kedepankan pendekatan persuasif dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Ricky, pengamanan Pilkades tidak dapat dibebankan kepada kepolisian saja. Keterlibatan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemerintah kecamatan, panitia Pilkades dan unsur terkait diperlukan untuk menjaga seluruh tahapan tetap aman.
“Kami titip anggota kami yang bertugas di lapangan kepada para perangkat desa. Mari kita bersama-sama menjaga agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan kondusif,” katanya.
Kasat Intelkam Polres Wonosobo AKP H. M. Nurhasan menambahkan, perangkat desa berperan mendukung kelancaran seluruh tahapan Pilkades, mulai dari persiapan, penetapan calon, pemungutan suara hingga pelantikan.
Para koordinator kecamatan juga diminta menyampaikan perkembangan situasi secara berjenjang. Informasi tersebut akan digunakan untuk menentukan langkah pengamanan sesuai karakteristik setiap wilayah.
Ketua PPDI Kabupaten Wonosobo Eko Purwanto menyatakan perangkat desa siap memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian menjelang Pilkades.
“Kami berharap hubungan dan komunikasi dengan Polres Wonosobo semakin intens dan harmonis sehingga perangkat desa mendapatkan arahan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat,” kata Eko.
Polres Wonosobo akan menyiapkan pola pengamanan berdasarkan karakteristik wilayah dan tahapan Pilkades. Dukungan personel dari satuan kewilayahan lain juga dapat dikoordinasikan apabila dibutuhkan.
Kapolres mengajak peserta, pendukung, panitia dan masyarakat menjaga suasana tetap sejuk. Perbedaan pilihan tidak boleh berkembang menjadi perselisihan yang merusak hubungan antar warga.
“Kita ingin Pilkades berjalan sebagai proses demokrasi di tingkat desa yang aman, tertib dan tetap menjaga persaudaraan,” pungkas Ricky. ***
Editor : Agus Hidayat
