Wonosobo ( Lintas Topik.com) – Jalan Lingkar Binangun atau yang dikenal dengan sebutan Jalibi kini menjadi jalur strategis baru di Kecamatan Watumalang.
Keberadaannya tidak hanya memangkas jarak tempuh warga menuju Kota Wonosobo, tetapi juga meningkatkan kelancaran dan keamanan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Jalibi menghubungkan Desa Lumajang dan Desa Binangun, sekaligus melintasi sejumlah dusun seperti Sumbersari, Klepu, dan Cindul.
Jalur ini kini menjadi alternatif utama yang dinilai lebih singkat dan mudah diakses dibandingkan rute sebelumnya.
Camat Watumalang, Oni Wiyono, mengatakan keberadaan Jalibi membawa perubahan besar bagi masyarakat.
Selain fungsi transportasi, jalan ini juga berkembang menjadi ruang sosial baru.
“Jalan ini sekarang dikenal dengan nama Jalibi. Sore hari banyak anak-anak muda yang sekadar ngopi sambil menikmati panorama Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Bismo,” ujar Oni, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, Jalibi memiliki panjang sekitar tiga kilometer. Sebelum dibangun, jalur tersebut hanyalah jalan tani dengan kondisi makadam atau rolak yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
“Dulu ini jalan tani, jalannya makadam. Tapi berkat perjuangan tokoh masyarakat, jalur ini bisa diusulkan dan akhirnya dibangun. Alhamdulillah manfaatnya sekarang benar-benar dirasakan warga,” jelasnya.
Keberadaan Jalibi juga berdampak pada efisiensi waktu tempuh. Jalur ini mampu memangkas jarak perjalanan warga dari Binangun menuju Kota Wonosobo sekitar dua kilometer, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial menjadi lebih cepat dan lancar.
Dari sisi keamanan, kondisi jalan yang kini mulus ditunjang dengan penerangan jalan umum yang hampir terpasang di sepanjang ruas.
Hal ini membuat Jalibi lebih aman dilalui, termasuk pada malam hari.
“Penerangan sudah cukup, malam hari tidak gelap lagi,” tambah Oni.
Respons positif datang dari warga setempat. Nando, warga Watumalang, mengaku kondisi Jalibi sebelumnya kerap membuat warga waswas karena jalan rusak dan berada di jalur yang berdekatan dengan jurang.
“Kalau dulu lewat malam mikir dua kali. Sekarang jalannya sudah halus, aktivitas jadi lebih mudah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Wonosobo, Edi Hartono, menjelaskan pembangunan Jalibi merupakan kelanjutan dari proyek ruas Sumbersari–Binangun yang telah dikerjakan sebelumnya.
Pada tahap lanjutan, dilakukan pengaspalan sepanjang 480 meter dengan anggaran sebesar Rp2,48 miliar untuk merampungkan akses tersebut.
Ke depan, Jalibi diproyeksikan menjadi jalur alternatif menuju kawasan wisata Dieng melalui Binangun.
Pemerintah daerah berharap masyarakat ikut menjaga kondisi jalan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.***
Editor : Agus Hidayat
