Ad imageAd image

Menyambut Tahun Baru Hijriah, Ini Amalan yang Dianjurkan pada Malam 1 Muharram

Lintas Topik Author
5 Min Read

Wonosobo ( Lintas Topik.com)–Umat Islam akan memasuki Tahun Baru Hijriah 1448 H pada Selasa, 16 Juni 2026. Sejak matahari terbenam pada Senin (15/6/2026), kaum muslimin telah memasuki malam 1 Muharram, sebuah momen yang menandai pergantian tahun dalam kalender Islam sekaligus menjadi kesempatan untuk merenungkan perjalanan hidup selama setahun terakhir.

Berbeda dengan perayaan tahun baru yang identik dengan pesta dan kemeriahan, pergantian tahun Hijriah memiliki nuansa yang lebih reflektif. Momentum ini mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah perjalanan yang tidak hanya mengubah arah dakwah Islam, tetapi juga menjadi simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Karena itulah, malam 1 Muharram sering dimaknai sebagai saat yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Apa yang telah dilakukan selama setahun terakhir, kesalahan apa yang perlu diperbaiki, dan amal apa yang harus ditingkatkan pada tahun yang baru.

Muharram sendiri termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebut adanya empat bulan haram yang memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah SAW bahkan menyebut Muharram sebagai “Syahrullah” atau bulan Allah, sebuah penyebutan yang menunjukkan kemuliaan bulan tersebut dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Meski memiliki keutamaan tersendiri, para ulama menjelaskan bahwa tidak ada ibadah khusus yang secara sahih diperintahkan Rasulullah SAW untuk dilakukan tepat pada malam 1 Muharram. Karena itu, umat Islam dianjurkan mengisi malam pergantian tahun dengan berbagai amal saleh yang memang dianjurkan dalam syariat.

Muhasabah dan Memperbarui Niat

Salah satu amalan yang paling relevan dilakukan pada malam 1 Muharram adalah muhasabah. Pergantian tahun menjadi pengingat bahwa usia terus berkurang dan kesempatan beramal tidak akan datang dua kali.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Muhasabah bukan sekadar mengingat kesalahan masa lalu, tetapi juga menata kembali arah kehidupan. Tahun baru Hijriah dapat menjadi titik awal untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, keluarga, maupun sesama manusia.

Memperbanyak Taubat dan Istighfar

Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Karena itu, malam 1 Muharram dapat dijadikan momentum untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Taubat yang sungguh-sungguh merupakan awal dari setiap perubahan. Sebab, hijrah yang sesungguhnya bukan hanya berpindah tempat, melainkan berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebaikan.

Membaca Al-Qur’an dan Berdzikir

Mengawali tahun baru dengan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan mentadabburi makna ayat-ayat yang dibaca agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.

Demikian pula dengan dzikir. Kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir menjadi bentuk pengingat bahwa seluruh perjalanan hidup berada dalam kuasa Allah SWT.

Memperbanyak Doa

Malam pergantian tahun juga dapat diisi dengan memperbanyak doa. Tidak terdapat doa khusus yang memiliki dasar hadis sahih untuk malam 1 Muharram. Namun, berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat tetap menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Banyak ulama menyebut, waktu terbaik untuk memulai sesuatu adalah dengan doa dan harapan yang baik kepada Allah SWT.

Bersedekah dan Menyambung Silaturahmi

Amalan lain yang tidak kalah penting adalah bersedekah dan mempererat silaturahmi. Berbagi kepada sesama serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat merupakan bagian dari ajaran Islam yang memiliki nilai pahala besar.

Mengawali tahun baru dengan menebar manfaat kepada orang lain menjadi salah satu cara sederhana untuk menghadirkan semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Meneladani Makna Hijrah

Pada akhirnya, makna terpenting dari malam 1 Muharram bukanlah pergantian angka tahun semata. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap muslim mampu meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW.

Hijrah pada masa kini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk: meninggalkan maksiat menuju ketaatan, meninggalkan kemalasan menuju produktivitas, serta meninggalkan kebiasaan buruk menuju akhlak yang lebih baik.

Malam 1 Muharram menjadi pengingat bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk membuka lembaran baru. Sebab dalam Islam, sebaik-baik hari bukanlah hari ketika seseorang tidak pernah berbuat salah, melainkan hari ketika ia berusaha menjadi lebih baik daripada sebelumnya.***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment