Ad image

Ngaku Resmob, Pelaku Perampokan SPBU Selokromo Ternyata Sudah Siapkan Skenario Sebelumnya

6 Min Read
Barang bukti perampokan SPBU Selokromo yang berhasil disita polisi. (LT / Ida Agus)

Wonosobo (Lintas Topik.Com) – Sekitar pukul 23.30 WIB, Minggu (9/8/2026), tiga orang datang ke SPBU Selokromo, Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Mereka mengaku sebagai anggota Resmob dan menyampaikan kepada asisten supervisor bahwa mereka hendak memeriksa rekaman CCTV terkait dugaan pembegalan.

Asisten supervisor tersebut kemudian membuka pintu ruang kantor.

Namun, kedatangan mereka bukan untuk memeriksa CCTV.

Saat asisten supervisor lengah, salah seorang pelaku membekap dan membantingnya. Pelaku lainnya menodongkan senjata ke kepala korban dan mengancam akan membunuhnya jika melawan.

Asisten supervisor itu kemudian diikat menggunakan kabel ties dan mulutnya dilakban.

Keterangan tersebut disampaikan Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., saat konferensi pers di Mapolres Wonosobo, Jumat (14/8/2026), terkait pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan di SPBU Selokromo.

- Advertisement -

Situasi kembali berubah ketika petugas keamanan yang terbangun mengetahui adanya aktivitas di ruang kantor. Petugas tersebut sempat dikelabui para pelaku.

Namun setelah merasa curiga, petugas keamanan itu juga ditodong dan diikat.

Setelah kedua orang di lokasi berhasil dilumpuhkan, para pelaku bergerak menuju ruang penyimpanan uang. Mereka mengambil uang dari brankas dan laci ruang supervisor.

Tidak berhenti di situ, perangkat DVR CCTV juga dibawa. Perangkat tersebut merupakan tempat penyimpanan rekaman kamera pengawas di SPBU.

Polisi menyebut aksi tersebut berlangsung singkat. Berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV, rangkaian aksi berlangsung sekitar pukul 23.25 WIB hingga 23.37 WIB.

Dari lokasi itu, para pelaku membawa kabur uang sekitar Rp718 juta.

- Advertisement -

Namun, penyelidikan polisi kemudian menemukan bahwa aksi tersebut bukan tindakan spontan. Para pelaku telah menyiapkan rencana sebelum mendatangi SPBU.

Kapolres Wonosobo mengatakan para pelaku sempat berkumpul di sebuah rumah kos di wilayah Banjarnegara sekitar 10 hari sebelum kejadian. Di tempat tersebut mereka membahas rencana sekaligus melakukan pembagian peran.

Persiapan kemudian berlanjut di sebuah bengkel di wilayah Leksono.

“Ini bukan aksi spontan. Mereka sudah melakukan perencanaan, termasuk pembagian peran dan simulasi sebelum mendatangi SPBU,” kata Ricky.

Kendaraan yang akan digunakan untuk beraksi juga dipersiapkan. Polisi menemukan adanya upaya penyamaran kendaraan menggunakan skotlet berwarna hitam agar ciri kendaraan tidak mudah dikenali dari rekaman CCTV.

Peran para pelaku juga dibagi.

AH diduga menjadi pelaku yang pertama masuk ke ruang supervisor dan mengambil uang serta barang. WW diduga melakukan kekerasan dan melumpuhkan korban.

MRA bertugas mengawasi situasi sekaligus mengelabui petugas keamanan. Sementara RAT diduga membantu menyiapkan sarana dan tempat yang digunakan para pelaku sebelum maupun setelah aksi.

Setelah meninggalkan SPBU, para pelaku menuju sebuah bengkel di wilayah Banjarnegara. Di sana mereka berganti kendaraan dan membagi hasil kejahatan.

Mereka juga berusaha menghilangkan barang bukti. Polisi menemukan adanya upaya membakar sejumlah barang dan membuang barang lainnya ke aliran Sungai Serayu.

Rangkaian penyidikan kemudian membawa polisi kepada RAT.

RAT, yang disebut sebagai pemilik bengkel, ditangkap pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Dari penangkapan tersebut, polisi mengembangkan penyidikan hingga menangkap tiga tersangka lainnya.

MRA, WW dan AH ditangkap pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Empat tersangka tersebut kini telah diamankan. Sementara dua pelaku lainnya masih masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres mengatakan dua pelaku yang masih buron diduga memiliki peran penting dalam menyiapkan aksi tersebut. Polisi masih mengejar keduanya sekaligus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

“Mereka yang menyutradarai, yang melatihkan. Ada latihan di tempat kos-kosannya. Latihannya begini, kamu perannya ini. Dia yang mengatur peran-perannya,” ujar Ricky.

Polisi juga masih menelusuri aliran uang hasil kejahatan. Dari sekitar Rp718 juta yang dibawa kabur, sekitar Rp151 juta telah berhasil dipulihkan.

Sebagian hasil kejahatan diduga telah digunakan untuk membeli sejumlah barang, termasuk telepon seluler dan sepeda motor. Sebagian lainnya diduga telah dibagi kepada para pelaku.

Penyidik belum menutup kemungkinan adanya lokasi kejadian lain yang berkaitan dengan para tersangka.

“Kami masih mendalami apakah ada kemungkinan TKP lain di wilayah luar Wonosobo atau di luar wilayah Jawa Tengah. Kami masih melakukan tracing, follow the money,” kata Ricky.

Termasuk dugaan keterlibatan orang dalam di SPBU, polisi masih melakukan pendalaman. Kapolres menegaskan penyidik tidak ingin terburu-buru menyimpulkan sebelum fakta dan alat bukti diperoleh.

“Penyidikan ini sebetulnya adalah prudent. Artinya kita harus hati-hati dalam menyampaikan statement sebelum kita mendapatkan fakta yang jelas. Kami masih mendalami,” ujarnya.

Kasus ini menjadi bukti bahwa modus kejahatan tidak selalu diawali dengan cara yang mencolok. Dalam kasus SPBU Selokromo, penyamaran sebagai anggota Resmob digunakan untuk memperoleh akses ke dalam ruang kantor sebelum korban dilumpuhkan.

Polisi kini masih memburu dua tersangka yang belum tertangkap dan terus menelusuri aliran uang serta kemungkinan keterkaitan dengan kejadian lain.

Sementara empat tersangka yang telah ditangkap dijerat Pasal 479 ayat (2) huruf a, huruf b, dan huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version