Dallas,( Lintas Topik.com) Amerika Serikat – Lionel Messi kembali menemukan cara untuk menulis sejarah. Dua gol yang dicetaknya saat Argentina mengalahkan Austria 2-0 pada laga Grup J Piala Dunia 2026, Selasa (23/6/2026) WIB, bukan hanya mengantar Albiceleste ke babak 32 besar.
Brace tersebut juga mengantarkan sang kapten menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Dengan tambahan dua gol itu, koleksi gol Messi di putaran final Piala Dunia kini mencapai 18 gol.
Jumlah tersebut melewati rekor lama milik legenda Jerman, Miroslav Klose, yang selama lebih dari satu dekade bertahan di angka 16 gol.
Rekor tersebut bukan lahir dalam semalam. Messi membutuhkan enam edisi Piala Dunia untuk mencapainya.
Perjalanannya dimulai di Jerman pada 2006 ketika ia masih berusia 18 tahun. Sejak saat itu, ia terus hadir di panggung terbesar sepak bola dunia, melewati generasi demi generasi pemain, sebelum akhirnya berdiri sendirian di puncak daftar pencetak gol terbanyak.
Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa adalah cara Messi meraihnya. Tidak seperti Klose yang berposisi sebagai penyerang murni, Messi sepanjang kariernya lebih sering bermain sebagai playmaker, penyerang bayangan, bahkan pengatur serangan.
Namun kontribusinya di depan gawang tetap konsisten dari satu turnamen ke turnamen berikutnya.
Piala Dunia 2026 menjadi panggung yang kembali menunjukkan ketajamannya. Di usia yang mendekati 39 tahun, Messi masih menjadi tumpuan Argentina.
Saat banyak pemain seusianya sudah meninggalkan level tertinggi sepak bola internasional, ia justru memecahkan salah satu rekor paling bergengsi dalam sejarah turnamen.
Sebelum Messi mengambil alih posisi teratas, daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia dihuni nama-nama besar yang menjadi ikon pada masanya.
Klose mencetak 16 gol bersama Jerman. Di bawahnya ada Ronaldo Nazario dengan 15 gol, Gerd Müller dengan 14 gol, serta sederet legenda lain yang pernah mendominasi era masing-masing.
Namun seperti hampir semua rekor olahraga, pertanyaan berikutnya bukan lagi bagaimana rekor itu tercipta.
Melainkan, berapa lama rekor itu akan bertahan?
Saat ini, nama yang paling sering disebut sebagai ancaman terbesar bagi catatan Messi adalah Kylian Mbappé.
Penyerang Prancis tersebut sudah mengoleksi 14 gol di Piala Dunia meski usianya masih jauh lebih muda dibanding Messi ketika mencapai angka yang sama.
Dengan Piala Dunia 2026 yang masih berlangsung dan peluang tampil lagi pada edisi 2030, Mbappé memiliki jalan yang sangat terbuka untuk mendekati bahkan melampaui rekor Messi.
Jika mampu menjaga produktivitasnya bersama Prancis, selisih empat gol bukanlah jarak yang mustahil untuk dikejar.
Selain Mbappé, belum banyak pemain aktif yang berada dalam posisi realistis untuk mengancam rekor tersebut.
Erling Haaland masih membutuhkan perjalanan panjang di beberapa edisi Piala Dunia berikutnya, sementara sebagian besar penyerang elite generasi sekarang belum memiliki jumlah gol yang cukup untuk masuk dalam persaingan.
Karena itu, untuk saat ini, takhta pencetak gol terbanyak Piala Dunia masih sepenuhnya milik Messi.
Tetapi sejarah sepak bola mengajarkan satu hal: setiap rekor pada akhirnya akan diuji oleh generasi berikutnya.
Dan jika suatu hari catatan 18 gol itu benar-benar runtuh, besar kemungkinan nama yang akan tercatat sebagai penantangnya adalah Kylian Mbappé.
Namun sampai hari itu tiba, Lionel Messi tetap berdiri sebagai raja baru daftar pencetak gol sepanjang sejarah Piala Dunia.***
Sumber : FIFA
Editor : Agus Hidayat







