WONOSOBO (LintasTopik.com) — Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-36 Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Wonosobo berlangsung khidmat sekaligus semarak di Pendopo Selatan, Rabu (22/4). Ribuan anggota IPHI dari berbagai wilayah di Wonosobo memadati lokasi acara.
Kegiatan ini tak sekadar seremoni tahunan. Harlah kali ini menjadi ajang konsolidasi spiritual dan sosial bagi para alumni haji untuk memperkuat peran pengabdian di tengah masyarakat.
Sejak pagi, suasana sudah terasa meriah melalui pawai ta’aruf yang diikuti perwakilan dari tiap kecamatan. Beragam atribut dan ciri khas wilayah ditampilkan, mencerminkan kekompakan sekaligus identitas lokal. Di sisi lain, bazar UMKM yang melibatkan perwakilan kawedanan menjadi ruang promosi produk lokal dan menunjukkan geliat ekonomi masyarakat.
Ketua PD IPHI Wonosobo, KH Muslim Syarifudin, mengatakan rangkaian Harlah tahun ini memang dirancang lebih dari sekadar perayaan. Menurutnya, ada dimensi reflektif yang ingin dihadirkan.
“Sehari sebelum puncak acara, kami melaksanakan ziarah ke makam pahlawan dan para mantan Ketua IPHI Wonosobo. Ini bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan, IPHI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai kemabruran haji agar tidak berhenti pada ritual semata, tetapi tercermin dalam kehidupan sosial sehari-hari.
“IPHI bukan sekadar organisasi, tetapi wadah merawat spirit ibadah agar terus hidup dalam tindakan nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi IPHI selama ini. Ia menilai IPHI memiliki posisi strategis sebagai penguat nilai keagamaan sekaligus perekat sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
“Tema ‘Dengan Semangat Haji Mabrur, Kita Tingkatkan Pengabdian Terbaik untuk Negeri’ bukan sekadar slogan, tetapi panggilan moral untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Afif.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berkarakter.
Sementara itu, Ketua PW IPHI Jawa Tengah, H. Masrifan Djamil, menyebut Wonosobo sebagai salah satu daerah dengan aktivitas IPHI yang dinamis dan progresif.
“Kolaborasi antara IPHI dan pemerintah daerah di sini berjalan baik, programnya variatif dan berdampak. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.
Menurutnya, arah gerak IPHI tetap sama, yakni menjaga dan melestarikan kemabruran haji agar tercermin dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui peringatan Harlah ke-36 ini, IPHI Kabupaten Wonosobo diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai penggerak nilai-nilai keagamaan yang inklusif. Semangat haji mabrur pun diharapkan tidak berhenti sebagai identitas, tetapi menjadi energi kolektif dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya. ***
Editor : Agus Hidayat
